Kamis, 05 Januari 2012

Aplikasi Sistem Berbasis Pengetahuan - Games Akinator


Aplikasi Sistem Berbasis Pengetahuan

Ternyata sistem berbasis pengetahuan dapat juga digunakan sebagai hiburan yang cukup menyenangkan. Salah satu aplikasi dari sistem berbasis pengetahuan tersebut adalah permainan atau games.

Games yang akan kami ulas disini merupakan salah satu games berbasis web yang dalam perancangannya menggunakan database yang dimasukkan kedalam program flash player. Sehingga, ketika user ingin memainkan games ini, user tersebut harus menginstall program flash player terlebih dahulu yang dapat di download di web www.adobe.com . Untuk memainkan games ini, user hanya tinggal menuju ke halaman web http://en.akinator.com/.

Untuk memainkan games ini, user harus melewati langkah-langkah berikut:

  1. User menuju ke halaman web http://en.akinator.com/. Kemudian akan tampil halaman muka dari games.

  1. Kemudian klik label ”Play” untuk memulai permainan. Kemudian akan muncul tampilan yang akan meminta user untuk memasukkan nama, umur dan gender user.
  1. Setelah user selesai memasukkan semua data, klik ”Play”.
  2. Kemudian user akan disuguhkan dengan beberapa pertanyaan yang bersifat multiple-choice yang wajib dijawab user sesuai dengan karakter yang user pikirkan.

5. Seperti pada gambar diatas, terdapat 5 buah jawaban multiple-choice yang disuguhkan, yaitu “Yes”, “Probably Partially”, “I Don’t Know”, “Probably Not Really” dan “No”. Jawaban-jawaban tersebut harus dijawab dengan benar sesuai dengan pertanyaan yang diajukan.

6. User cukup menjawab multiple-choice sehingga sistem akan membangkitkan rule sesuai dengan kebutuhannya.

7. Ketika sampai pada tahap kesimpulan, sistem akan menebak. Dan sistem akan menampilkan karakter yang sebelumnya telah user pikirkan tadi.

8. Jika jawaban yang ditampilkan salah, maka sistem akan mengaktifkan rule baru sekaligus menyimpan kegagalannya menjadi fakta baru ke dalam sistemnya.

9. Ketika seluruh jawaban gagal, akan ditampilkan form dimana user bisa memasukkan karakter yang sebenarnya. Dengan demikian sistem akan kembali memperoleh pengetahuan baru dan akan semakin memperkaya pengetahuan yang sudah dimiliki. Singkat kata, makin sering game dimainkan sistem akan semakin pintar. Dan user sekaligus berperan sebagai knowledge source bagi sistem.


Kesimpulan

Inilah suatu bukti, ketika kreativitas dapat dicapai, suatu teknologi dapat dijadikan menjadi sebuah hal yang menarik. Selama ini yang sering kita lihat, penggunaan sistem berbasis pengetahuan hanya sebatas pada penggunaan area medis dan hal-hal yang rumit. Tapi, games akinator ini memberikan bukti bahwa SBP dapat menghibur kita juga.

RoboMind - Belajar Simulasi Robot Sederhana



RoboMind

RoboMind adalah software edukasi pemrograman yang dikembangkan oleh Universiteit van Amsterdam. Pemrograman RoboMind sangat interaktif karena menggunakan simulasi pemrograman robot dengan kecerdasan buatan sederhana. Beberapa keunggulan RoboMind antara lain adalah:

  • Menggunakan bahasa pemrograman ROBO yang sederhana.
  • Mudah dipahami bahkan oleh programer pemula.
  • RoboMind tidak mengganggu sistem komputer.
  • RoboMind bersifat freeware.
  • Dapat dijalankan di Windows, Linux, dan Mac OSX.
  • Simulasi robot interaktif seperti sebuah game.

Simulasi pemrograman robot dilakukan pada map area yang dapat dipilih dan bervariasi, sehingga tidak membosankan. Robot dapat diprogram untuk mengecat, line follower, dan memindahkan benda, tergantung kreatifitas pemrograman yang dilakukan.




Rabu, 04 Januari 2012

Transitive Verb

In syntax, a transitive verb is a verb that requires both a direct subject and one or more objects. The term is used to contrast intransitive verbs, which do not have objects.

Examples

Some examples of sentences with transitive verbs:

  • You pushed the cart. ("cart" is the direct object of "pushed")
  • I gave you the magazine.
  • I ate the pie. ("pie" is an object of "ate")
  • I tried on the shoes. ("shoes" is an object of "tried on")

Types

While all verbs that take at least one object are considered transitive, verbs can be further classified by the number of objects they take. Verbs that require exactly one object are called monotransitive. Verbs that are able to take two objects, a direct object and an indirect object, are called ditransitive. An example in English is the verb to give. There are also a few verbs, like "to trade" in the English language, that may be called "tritransitive" because they take three objects.[1]

In contrast to transitive verbs, some verbs take zero objects. Verbs that do not require an object are called intransitive; for example, consider the verb to die.

Verbs that can be used in a intransitive or transitive way are called ambitransitive. In English, an example is the verb to eat, since the sentences You eat (with an intransitive form) and You eat beets (a transitive form that has beets as the object) are both grammatically correct.

The valency of a verb is a related concept. The valency of a verb considers all the arguments the verb takes, including both the subject of the verb and all of the objects. In contrast to valency, the transitivity of a verb only considers the objects.



Passive Voice

Contoh kalimat passive voice :
  • Jack sings a song (active)
  • A song is sung by Jack (Passive)
  • Jack sang a song yesterday (active)
  • A song was sung by Jack yesterday (passive)
  • Jack has sung a song (active)
  • A song has been sung by Jack (passive)
  • Jack will sing a song (active)
  • A song will be sung by Jack (passive)
  • Jack is singing a song (active)
  • A song is being sung by Jack (passive)
  • Jack can sing a song (active)
  • A song can be sung by Jack (passive)

Banjir atau Genangan Air ??


Wong sudah jelas banjir tapi kok masih saja dibilang genangan air??
Beginilah citra pemimpin-pemimpin bangsa kita sekarang. Mereka tidak ingin dianggap gagal, karena itu mereka memiliki seribu alasan untuk mengelak bahwa mereka telah gagal. Padahal kenyataannya bencana banjir memang sudah sangat sering terjadi. Malah bisa dikatakan sudah menjadi "langganan" setiap musim penghujan datang.
Yaaah, memang bukan hanya salah pemimpinnya saja, tapi hal tersebut juga merupakan salah dari masyarakatnya sendiri. Masyarakat masih kurang sadar lingkungan. Sadar lingkungan disini maksudnya adalah masih banyak masyarakat yang dengan seenaknya membuang sampah sembarangan terutama di kali-kali kecil daaaaaan masih banyak pula masyarakat yang dengan seenaknya dan tanpa izin membangun "rumah" dipinggiran kali yang seharusnya tidak boleh.
Jadi, kesimpulannya .. Agar bencana banjir dapat di cegah, pemimpin atau pemerintah harus bekerja sama dengan masyarakat. Karena dengan bekerjasama, segalanya akan menjadi lebih baik. :)