Jumat, 11 Mei 2012

What exactly is an Arduino?

Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Hardwarenya memiliki prosesor Atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa pemrograman sendiri.
 

Contoh program

#define LED_PIN 13
 
void setup () {
    pinMode (LED_PIN, OUTPUT);     // enable pin 13 for digital output
}
 
void loop () {
    digitalWrite (LED_PIN, HIGH);  // turn on the LED
    delay (1000);                  // wait one second (1000 milliseconds)
    digitalWrite (LED_PIN, LOW);   // turn off the LED
    delay (1000);                  // wait one second
} 
 
Tim pengembang Arduino adalah Massimo Banzi, David Cuartielles, Tom Igoe, Gianluca Martino, David Mellis, dan Nicholas Zambetti.
 

Rabu, 02 Mei 2012

Mikrokontroler ATMEGA8535


  

                                                          Konfigurasi PIN ATMega8535


ATMEGA8535 memiliki fitur yang cukup lengkap. Mulai dari kapasitas memori program data dan memori data yang cukup besar, interupsi, timer/counter, PWM, USART, TWI, analog comparator, EEPROM internal juga ADC internal semuanya ada dalam ATMega8535. Sehingga dengan fitur ini kita dapat belajar mikrokontroler keluarga AVR dengan lebih mudah dan efisien, bahkan kita dapat merancang suatu sistem untuk kepentingan komersial mulai dari sistem yang sederhana sampai dengan sistem yang sangat kompleks dengan menggunakan satu IC saja, yaitu IC ATMega8535.

Dibandingkan dengan mikrokontroler pendahulunya yaitu MCS-51, mikrokontroler AVR mempunyai kecepatan eksekusi yang lebih tinggi sehingga menjadi alasan bagi banyak orang untuk lebih memilih menggunakan mikrokontroler ini.


  • Fitur ATMEGA8535
Berikut ini adalah fitur-fitur yang dimiliki oleh ATMega 8535:

a.    130 macam instruksi, yang hamper semuanya dieksekusi dalam satu siklus clock.
b.    32 x 8-bit register serba guna.
c.    Kecepatan mencapai 16 MIPS dengan clock 16 MHz.
d.   8 Kbyte Flash Memori, yang memiliki fasilitas In-system programming
e.    512 byte internal EEPROM.
f.     512 byte SRAM.
g.    Programming Lock, fasilitas untuk mengamankan kode program.
h.    2 buah timer/counter 8-bit dan 1 buah timer/ counter 16-bit.
i.      4 channel output PWM.
j.      8 channel ADC 10-Bit.
k.    Serial USART.
l.      Master/ Slave SPI serial interface.
m.  Serial TWI atau I2C. 
n.  On-chip Analog Comparator.
 
 

Arsitektur AVR


AVR merupakan mikrokontroler dengan arsitektur Harvard, dimana antara kode program dan data disimpan dalam memori secara terpisah. Umumnya arsitektur Harvard ini menyimpan kode dalam memori permanen atau semi-permanen (non-volatile) sedangkan datanya disimpan dalam memori tidak permanen (volatile). Sehingga memori program mikrokontroler menjadi lebih terlindungi dari spike tegangan dan lingkungan lain yang dapat merusak kode program.
Secara umum AVR dibagi menjadi 3 kelompok besar yaitu:
1.        Keluarga AVR Tiny
·           1 – 8 Kbyte memori program
·           8 – 20 kemasan jumlah pin
·           Peripheral yang terbatas
2.        Keluarga AVR Mega
·           4 – 256 Kbyte memori program
·           28 – 100 kemasan pin
·           Set instruksi lebih banyak
·           Peripheral lebih banyak
3.        Keluarga AVR untuk aplikasi yang spesifik
Merupakan keluarga AVR Mega dengan fitur spesial yang tidak dapat ditemukan pada keluarga AVR diatas seperti, Kontroler LCD, Kontroler USB, advance PWM dan lain-lain.