Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 April 2011

SEKILAS MENGENAI PENYUSUNAN LAPORAN

A. Pengertian Laporan

Menurut F X Soedjadi, laporan didefinisikan sebagai :
Suatu bentuk penyampaian berita, keterangan, pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban baik secara lisan maupun tulisan dari bawahan kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang ( authority ) dan tanggung jawab ( responsibility ) yang ada antara mereka.
Laporan merupakan salah satu cara pelaksanaan komunikasi dari satu pihak kepada pihak yang lain.


B. Jenis-jenis Laporan

Jenis laporan dapat ditentukan berdasarkan sifat dan kandungan laporan itu sendiri. Laporan terbagi menjadi dua, yaitu Laporan Lisan dan Laporan Tertulis.

Contoh laporan lisan :
  1. Laporan Berita
  2. Laporan Langsung
Contoh laporan tertulis :
  1. Laporan Tahunan
  2. Laporan Khas
  3. Laporan Prestasi
  4. Laporan Sulit
  5. Laporan Kajian
  6. Laporan Penilaian
  7. Laporan Aktiviti
Sebelum laporan disajikan secara lisan, laporan terlebih dahulu disusun dalam bentuk tertulis secara sistematis sehingga mudah dipahami. Dari segi bentuk tertulis, laporan terbagi menjadi seperti berikut.

1. Laporan berbentuk formulir atau matriks, yaitu laporan yang tinggal mengisi pada blangko yang disediakan.

2. Laporan berbentuk memorandum atau nota, yaitu laporan yang diuraikan secara singkat. Laporan ini dibuat dalam rangka proses hubungan kerja antara atasan dan bawahan atau antar-unsur-unsur dalam suatu instansi.

3. Laporan berbentuk surat, yaitu laporan yang diuraikan lebih panjang dari memorandum sebagaimana uraian dalam bentuk surat biasa. Jenis laporan ini dapat dipergunakan untuk bermacam-macam topik.

4. Laporan berbentuk naskah, yaitu laporan yang panjang, biasanya disusun seperti makalah. Materi laporan dibagi menjadi beberapa topik dan subtopik.

5. Laporan berbentuk buku, yaitu laporan yang disusun dalam bentuk buku.


C. Tahap-tahap Dasar Pembuatan Laporan

Tahap-tahap yang harus dilakukan dalam pembuatan laporan, yaitu :

1.Tahap Persiapan
Pada tahap awal ini harus terjawab beberapa pertanyaan penting seperti hal apa yang akan dilaporkan ? Mengapa hal itu harus dilaporkan ? Kapan laporan akan disampaiakan ? Data apa yang penting, baik sebagai data utama maupun data pendukung ? Dengan terjawabnya beberapa pertanyaan ini, maka akan dapat dirumuskan secara jelas latar belakang dan masalah laporan, tujuan laporan, target waktu laporan, data yang relevanuntuk disajikan, dan sumber-sumber data.

2. Pengumpulan dan Penyajian Data
Setelah itu, langkah berikutnya adalah merencanakan pengumpulan dan penyajian data. Dalam proses pengumpulan harus selalu mengacu pada permasalahan dan tujuan yang telah ditetapkan. Data yang diperoleh dari berbagai sumber, baik sumber primer maupun sumber sekunder. Setelah dikumpulkan, kemudian data itu dikelompokkan, data mana yang menjadi bahan utama dan data pendukung atau penunjang.

3. Sistematika Laporan
Tahap berikutnya adalah menentukan bagian-bagian utama laporan atau lazim disebut sistematika laporan, kemudian sub-sub bagian laporan yang nantinya akan dijabarkan lebih lanjut dalam kalimat-kalimat.

4. Penulisan Laporan
Pada tahap penulisan laporan harus mengacu pada sistematika yang telah ditetapkan sehingga laporan tersebut dapat tersaji secara runtut, mudah dipahami, dan enak dibaca.


D. Penyusunan Laporan

Isi laporan hendaknya lengkap yaitu menjawab semua pertanyaan dibawah ini :

1. Apa ( What ? )

2. Mengapa ( Why ? )

3. Siapa ( Who ? )

4. Dimana ( Where ? )

5. Kapan ( When ? )

6. Bagaimana ( How ? )

Kerangka penyusunan laporan ( out line )

Urutan isi laporan sebaiknya diatur, sehingga penerima laporan dengan mudah dapat memahami isi laporan, seperti berikut :

I. PENDAHULUAN

Pada pendahuluan disebutkan tentang

1. Mengapa diselenggarakan kegiatan

2. Dasar hukum kegiatan

3. Apa maksud dan tujuan kegiatan diadakan

4. Ruang lingkup isi laoran

II. ISI LAPORAN

Pada bagian isi, dimuat segala sesuatu yang ingin dilaporkan misalnya :

1. Jenis kegiatan ( lomba tingkat, pelantikan, musyawarah, dsb )

2. Tempat dan waktu pelaksanaan kegiatan

3. Petugas pelaksana kegiatan

4. Persiapan dan rencana kegiatan

5. Peserta kegiatan

6. Pelaksanaan kegiatan ( menurut bidangnya, waktu pelaksanaannya, urutan fakta-faktanya )

7. Sarana dan alat kegiatan

8. Kesulitan dan hambatan yang dihadapi

9. Hasil yang dicapai

10. Kesimpulan dan saran penyempurnaan di kegiatan yang akan datang.

III. PENUTUP

Pada bagian ini ditulis ucapan terima kasih kepada yang membantu kegiatan dan permintaan maaf atas kekurangan yang terjadi

IV. LAMPIRAN

Pada lampiran dapat juga dilampirkan :

1. Photo-photo kegiatan

2. Tanda bukti, kwitansi dsb

3. Surat – surat keterangan, surat jalan, dsb.


Minggu, 13 Februari 2011

.. SEKILAS MENGENAI PENALARAN INDUKTIF DAN DEDUKTIF ..

Penalaran merupakan sebuah aplikasi dari logika. Untuk memperoleh pengetahuan ilmiah dapat digunakan dua jenis penalaran, yaitu Penalaran Induktif dan Deduktif.

1. Penalaran Induktif

Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Secara empirisme, ilmu memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan yang tidak. Sebelum teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan hanyalah bersifat sementara.

Penalaran induktif ini berpangkal pada fakta empiris untuk menyusun suatu penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku umum. Induksi berlangsung dengan generalisasi dan ekstrapolasi pendapat dimana tidak mungkin mengamati semua fakta yang ada, sehingga kesimpulan induktif bersifat logical probability.

Aspek dari penalaran induktif adalah analogi dan generalisasi.

Analogi adalah proses penyimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Analogi dapat juga dikatakan sebagai proses membandingkan dari dua hal yang berlainan berdasarkan kesamaannya, kemudian berdasarkan kesamaannya itu ditarik suatu kesimpulan.

Generalisasi adalah penarikan kesimpulan umum dari data atau fakta-fakta yang diberikan atau yang ada.

2. Penalaran Deduktif

Penalaran deduktif merupakan prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.

Metode ini diawali dari pembentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.


Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa penalaran induktif adalah cara menarik kesimpulan yang bersifat umum dari kasus-kasus yang bersifat khusus, sedangkan penalaran deduktif adalah cara menarik kesimpulan khusus dari hal-hal yang bersifat umum.



Sumber :

> http://www.vanz-garuda.co.cc/2010/03/penalaran-induktif.html

> http://ssantoso.blogspot.com/2008/08/penalaran-induktif-dan-deduktif-materi.html

> http://www.taqdire.web.id/2010/02/penalaran-induktif.html

Senin, 07 Februari 2011

-- STORAGE MANAGER PADA SOFTWARE SISTEM OPERASI --

Model dari sistem komputer dapat dilihat dari 2 (dua) sudut pandang, yaitu :

1. Model mesin, yang mencirikan hardware.

Model mesin ini mempunyai 3 komponen utama, yaitu :
a. Storage Unit
b. CPU
c. I/O

2. Model sistem operasi, yang mencirikan arsitektur dari suatu sistem operasi.

Model sistem operasi ini mempunyai 3 komponen utama yang mempunyai sub-sub bagian tersendiri, yaitu :

a. Operating System Software :

- Storage manager
- File system manager
- Process manager
- Communication manager
- I/O manager
- Operator Console manager

b. Standard system :

- Language processor
- Loader
- S/W tools

c. Application :

- Sort/merge Package
- Payroll/Accounting Package
- DBMS


Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas lebih lanjut mengenai Storage Manager pada software sistem operasi.

Sebelumnya, kita harus mengerti dulu apa itu sistem operasi dan juga storage manager ...

Sistem operasi adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web. Biasanya, istilah Sistem Operasi sering ditujukan kepada semua software yang masuk dalam satu paket dengan sistem komputer sebelum aplikasi-aplikasi software terinstall.

Storage manager adalah modul program yang menyediakan antarmuka antara data tersimpan dalam database dan program aplikasi serta query yang dikirim ke sistem.


Fungsi dari storage manager pada software sistem operasi adalah :

- Menyimpan data yg dapat diolah oleh komputer. Seperti, menyimpan file sementara Word Processing (document) dan kemudian menyimpan hasil akhirnya juga.
- Menyimpan file-file media seperti musik atau film, yang nantinya akan kita putar/jalankan.
- Menyimpan installasi operating system (terutama harddisk) sehingga GUI dapat dijalankan.
- Sebagai virtual memory untuk Windows, sehingga kapasitas memory dapat ditingkatkan.


Struktur Penyimpanan

Program-program komputer harus tersimpan ke dalam memori utama (RAM Random Access Memory) untuk dieksekusi. CPU secara otomatis akan memanggil intruksi-intruksi dari memori utama untuk dieksekusi.

Kelemahan dari memori utama adalah sebagai berikut:

a. memori utama umumnya terlalu kecil untuk memuat semua data dan program secara permanen

b. memori utama merupakan media penyimpan volatile ( kehilangan data ketika komputer dimatikan).

Untuk mengatasi kelemahan tersebut, sistem komputer menyediakan media penyimpan sekunder (secondary storage) misalnya Magnetic Disk, Tape dan media lainnya.


Tugas dari Storage manager sendiri yaitu :

1. Mengatur strategi dan alokasi/dealokasi

Contiguous Memory Allocation: alamat memori diberikan kepada proses secara berurutan dari kecil ke besar.

2. Mengatur strategi swapping dan demand


Demikian sedikit uraian mengenai storage manager pada software sistem operasi. Semoga bermanfaat ... :)


Sumber :

http://yudhadestianto.wordpress.com/2010/11/28/tugas-media-penyimpanan-dan-struktur-organisasi-data-by-yudhadestianto/

http://karmila.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/1456/Pengantar-Pemrograman+Sistem.pdf

http://dewa18.wordpress.com/2009/10/28/operasi-sistem-komputer-struktur-sistem-operasi-dan-system-call/

Selasa, 04 Januari 2011

FENOMENA MULTIMEDIA

Multimedia dan bahasa mempunyai peran penting dalam suatu proses pembelajaran. Misalnya, dalam pembelajaran ilmiah di perguruan tinggi, multimedia dan bahasa sangat berperan bagi kemajuan pola pikir mahasiswa. Bahasa berperan penting dalam upaya pengembangan dan penyebarluasan ilmu, sedangkan multimedia mendatangkan banyak manfaat bagi proses pembelajaran ilmiah, antara lain proses pembelajaran lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, serta kualitas belajar mahasiswa dapat ditingkatkan.
Dengan berkembangnya teknologi yang ada, perkembangan multimedia pun semakin maju. Hal ini disebabkan semakin beraneka ragamnya kebutuhan manusia akan multimedia. Multimedia berkembang hampir disemua bidang. Dalam bidang pendidikan saat ini, multimedia sangat bermanfaat dalam penyampaian bahan pelajaran. Dalam bidang kesehatan, kini telah tercipta alat-alat medis kedokteran yang sangat canggih untuk mengetahui kondisi tubuh pasien.
Perkembangan multimedia tersebut memberikan dampak yang beragam, baik itu dampak yang positif maupun negatif. Dampak positifnya, multimedia memberikan manfaat hampir disemua bidang. Namun, meskipun multimedia tersebut sangat banyak memberikan manfaat, multimedia juga mempunyai dampak negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah multimedia dalam bentuk gambar atau video yang mengandung pornografi dan kekerasan, dapat mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
Perkembangan teknologi multimedia membuka potensi besar dalam perubahan cara belajar. Dengan semakin berkembangnya teknologi multimedia tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah untuk menyerap informasi yang disampaikan secara cepat dan efisien. Apalagi dengan adanya jaringan internet yang sangat berguna untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. Tapi, kita juga harus pintar-pintar dalam menyerap informasi tersebut agar kita tidak salah jalan.

Oleh : Astrid Yanliatri, 20108351, 3KB01, Universitas Gunadarma.

Kamis, 02 Desember 2010

TUJUAN PEMBUATAN DAFTAR PUSTAKA , KUTIPAN DAN CATATAN KAKI PADA PENULISAN ILMIAH

Dalam pembuatan karya ilmiah, tentunya kita akan mengambil referensi dari beberapa buku atau sumber yang berkaitan dengan karya ilmiah yang kita buat tersebut. Untuk itulah diperlukan adanya daftar pustaka, kutipan serta catatan kaki didalam tulisan ilmiah kita.
Pada kesempatan kali ini, saya akan coba menerangkan tujuan dari masing-masing komponen karya ilmiah tersebut. Silahkan dibaca :)

1. Daftar Pustaka
Daftar pustaka (bibliografi) merupakan sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai hubungan dengan isi sebuah karangan. Melalui daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat melihat kembali pada sumber aslinya.

Tujuan pembuatan Daftar Pustaka :
- Sebagai pelengkap bagi para pembaca, agar dapat melihat atau membaca sumber aslinya.
- Dengan adanya daftar pustaka pembaca dapat mengetahui keterangan-keterangan yang lengkap mengenai buku atau sumber lain yang menjadi referensi tulisan.

2. Kutipan
Kutipan adalah pendapat dari seseorang atau pengarang yang kita uraikan kembali. Pengarang atau seseorang,baik berupa tulisan dalam buku,majalah,surat kabar,atau bentuk tulisan lainnya,atau mungkin dalam bentuk lisan.

Tujuan pembuatan Kutipan :
- Penguat tulisan
- Memperjelas tulisan penulis
- Landasan teori bagi tulisan si penulis

3. Catatan Kaki (FootNote)
Catatan Kaki (FootNote) adalah keterangan dari sumber kutipan yang di tempatkan langsung di belakang kutipan. Semua kutipan harus ditunjukan sumbernya dalam sebuah catatan kaki. Catatan kaki dapat juga untuk memberi keterangan lain tentang teks.

Tujuan pembuatan Catatan Kaki :
- Pemenuhan kode etik yang berlaku, sebagai penghargaan terhadap orang lain.
- Menyusun Pembuktian : semua pernyataan yang penting yang sifat nya bukan pengetahuan umum atau hasil penelitian orang lain harus di dukung oleh pembuktian-pembuktian atau kebenaran-kebenaran.
- Sebagai keterangan tambahan untuk uraian.

Ketiga komponen karya ilmiah yang telah diuraikan diatas tentunya mempunyai beberapa perbedaan, antara lain yaitu :
* Daftar pustaka memberikan deskripsi yang penting tentang buku atau sumber lain yang kita jadikan referensi secara keseluruhan.
* Kutipan menguatkan tulisan kita melalui pendapat-pendapat atau teori yang telah ada.
* Sedangkan catatan kaki (footnote) memberikan penjelasan yang menunjuk kepada sumber atau pernyataan yang dipergunakan di dalam tulisan kita.

Berikut adalah sedikit uraian yang dapat saya sampaikan mengenai tujuan pembuatan daftar pustaka, kutipan serta catatan kaki didalam penulisan karya ilmiah.
Terimakasih.

sumber :

www.google.com
http://akuanakindonesia.wordpress.com/2010/11/13/tujuan-dan-perbedaan-daftar-pustaka-kutipan-dan-catatan-kaki-foot-note/

Minggu, 31 Oktober 2010

PENTINGNYA RAGAM BAHASA DALAM PENULISAN KARANGAN ILMIAH

Pengertian karangan ilmiah

Karangan ilmiah ialah karya tulis yang memaparkan pendapat, gagasan, tanggapan atau hasil penelitian yang berhubungan dengan kegiatan keilmuan.

Jenis karangan ilmiah banyak sekali, diantaranya makalah, skripsi, tesis, disertasi dan laporan penelitian. Kalaupun jenisnya berbeda-beda, tetapi keempat-empatnya bertolak dari laporan, kemudian diberi komentar dan saran. Perbedaannya hanyalah dalam kekomplekskannya.

Ciri-ciri karangan ilmiah

Karangan ilmiah mempunyai beberapa ciri, antara lain:

  1. Jelas. Artinya semua yang dikemukakan tidak samar-samar, pengungkapan maksudnya tepat dan jernih.
  2. Logis. Artinya keterangan yang dikemukakan masuk akal.
  3. Lugas. Artinya pembicaraan langsung pada hal yang pokok.
  4. Objektif. Artinya semua keterangan benar-benar aktual, apa adanya.
  5. Seksama. Artinya berusaha untuk menghindari diri dari kesalahan atau kehilafan betapapun kecilnya
  6. Sistematis. Artinya semua yang dikemukakan disusun menurut urutan yang memperlihatkan kesinambungan
  7. Tuntas. Artinya segi masalah dikupas secara mendalam dan selengkap-lengkapnya.

Metode karangan ilmiah

Pada dasarnya metode pembuatan karangan ilmiah menggunakan dua pendekatan, yaitu :

  1. Pendekatan rasional Pendekatan rasional berupaya merumuskan kebenaran berdasarkan kajian data yang diperoleh dari berbagai rujukan (literatur).
  2. Pendekatan empiris. Pendekatan empiris berupaya merumuskan kebenaran berdasarkan fakta yang diperoleh dari lapangan atau hasil percobaan (laboratorium).

Jadi, dapat dikatakan bahwa ilmu itu merupakan pengetahuan yang sistematis dan diperoleh melalui pendekatan rasional dan empiris.

Manusia sebagai makhluk budaya berusaha melestarikan ilmu yang diperolehnya. Tujuannya ialah khazanah ilmu yang sangat berharga itu dimanfaatkan tidak hanya oleh penemuannya atau sekelompok orang, tetapi dapat dimanfaatkan pula oleh umat manusia, baik manusia kini maupun yang akan datang. Hal ini sesuai dengan salah satu sifat ilmu yaitu universal. Untuk mencapai tujuan tersebut dibuat dokumen ilmu yang antara lain lazim disebut karya tulis ilmiah (karangan ilmiah).

Jadi, pada hakekatnya karya tulis itu merupakan dokumen tentang segala temuan manusia yang diperoleh dengan metode ilmiah dan disajikan dengan bahasa khas serta ditulis menurut konvensi tertentu. Yang dimaksud dengan bahasa khas ilmiah yaitu bahasa yang ringkas (hemat), jelas, cermat, baku, lugas, denotatif, dan runtun.

Dalam kaitan upaya pemanfaatan ilmu oleh umat manusia secara universal tadi, maka perlu dilakukan penyebarluasan melalui alat komunikasi yang efektif dan efesien. Penemuan-penemuan baru yang bermanfaat bagi kesejahteraan umat perlu segera disebarluaskan. Di sinilah arti penting sebuah karya tulis ilmiah.

Tujuan karangan ilmiah

Adapun karangan ilmiah itu, memiliki beberapa tujuan, antara lain :

  1. memberi penjelasan,
  2. memberi komentar atau penilaian,
  3. memberi saran,
  4. menyampaikan sanggahan, dan
  5. membuktikan hipotesa.

Ragam bahasa ilmiah

Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990). Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi. Menurut Dendy Sugono (1999 : 9), bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi resmi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku.

Ragam bahasa ilmiah merupakan ragam bahasa berdasarkan pengelompokkan menurut jenis pemakaiannya dalam bidang kegiatan sesuai dengan sifat keilmuannya. Bahasa Indonesia harus memenuhi syarat diantaranya benar (sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku), logis, cermat dan sistematis.

Pada ragam bahasa ilmiah, bentuk bahasa dan ide yang disampaikan melalui bahasa itu, tidak dapat dipisahkan. Hal ini terlihat pada ciri bahasa ilmu, seperti berikut ini.

  1. Baku. Struktur bahasa yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku, baik mengenai struktur kalimat maupun kata. Demikian juga, pemilihan kata istilah dan penulisan yang sesuai dengan kaidah ejaan.
  2. Logis. Ide atau pesan yang disampaikan melalui bahasa Indonesia ragam ilmiah dapat diterima akal. Contoh: “Masalah pengembangan dakwah kita tingkatkan.”Ide kalimat di atas tidak logis. Pilihan kata “masalah’, kurang tepat. Pengembangan dakwah mempunyai masalah kendala. Tidak logis apabila masalahnya kita tingkatkan. Kalimat di atas seharusnya “Pengembangan dakwah kita tingkatkan.”
  3. Kuantitatif. Keterangan yang dikemukakan pada kalimat dapat diukur secara pasti. Perhatikan contoh di bawah ini:Da’i di Gunung Kidul “kebanyakan” lulusan perguruan tinggi. Arti kata kebanyakan relatif, mungkin bisa 5, 6 atau 10 orang. Jadi, dalam tulisan ilmiah tidak benar memilih kata “kebanyakan” kalimat di atas dapat kita benahi menjadi Da’i di Gunung Kidul 5 orang lulusan perguruan tinggi, dan yang 3 orang lagi dari lulusan pesantren.
  4. Tepat. Ide yang diungkapkan harus sesuai dengan ide yang dimaksudkan oleh pemutus atau penulis dan tidak mengandung makna ganda. Contoh: “Jamban pesantren yang sudah rusak itu sedang diperbaiki.”Kalimat tersebut, mempunyai makna ganda, yang rusaknya itu mungkin jamban, atau mungkin juga pesantren.
  5. Denotatif yang berlawanan dengan konotatif. Kata yang digunakan atau dipilih sesuai dengan arti sesungguhnya dan tidak diperhatikan perasaan karena sifat ilmu yang objektif.
  6. Runtun. Ide diungkapkan secara teratur sesuai dengan urutan dan tingkatannya, baik dalam kalimat maupun dalam alinea atau paragraf adalah seperangkat kalimat yang mengemban satu ide atau satu pokok bahasan.

KESIMPULAN

Dalam karangan ilmiah, ragam bahasa ilmiah merupakan ragam bahasa berdasarkan pengelompokan menurut jenis pemakaiannya dalam bidang kegiatan. Sesuai dengan sifat keilmuannya, bahasa Indonesia harus memenuhi syarat diantaranya benar (sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia), logis, cermat dan sistematis. Karangan ilmiah mempunyai beberapa ciri, diantaranya: jelas, logis, lugas, objektif, seksama, sistematis dan tuntas. Oleh karena itu, penggunaan ragam bahasa yang baik sangat diperlukan dalam pembuatan karangan ilmiah.


Sumber :

http://google.com

http://tomy-group.blogspot.com/2008/08/mengenal-ragam-bahasa-karangan-ilmiah.html

http://www.scribd.com/doc/9678477/Ragam-Dan-Laras-Bahasa

Jumat, 30 April 2010

Visualisasi Informasi


Visualisasi Informasi adalah rekayasa dalam pembuatan gambar, diagram atau animasi untuk penampilan suatu informasi, Secara umum, visualisasi dalam bentuk gambar baik yang bersifat abstrak maupun nyata telah dikenal sejak awal dari peradaban manusia. Contoh visualisasi informasi struktur tree dan grafik.


Visualisasi Informasi memiliki tujuan yaitu :
• Mengeksplor
• Menghitung
• Menyampaikan

Mengapa Visualisasi Informasi sangat dibutuhkan oleh kita?.
• Pengenalan pola; manusia bisa: scanning, recognizing, remembering images
• Gambar memungkinkan pembandingan dengan: panjang, bentuk, orientasi, tekstur
• Gambar animasi membedakan perjalanan waktu
• Warna membantu perbedaan

Dukungan Komputer Dalam Proses Visualisasi Informasi
1. Menyimpan Data Komputer. Komputer memungkinan teknik penyimpnan data yang lebih murah dibandingkan dengan cara konvensional (menggunakan kertas). Data-data bisa disimpan dalam bentuk digital

2. Proses Komputasi. Komputer dapat meningkatkan kecepatan akses pada data digital yang tersimpan untuk keperluan eksplorasi.

3. Penyajian Informasi. Komputer memungkinkan penyajian informasi ke dalam berbagai bentuk yang dapat disesuaikan dengan keinginan.

Model Dasar Proses Visualisasi Informasi
Data mentah (dalam format yang tak tentu) akan diolah sedemikian rupa sehingga bisa diekstrak dan disaring menjadi bentuk data yang dapat dianalisis (proses abstraksi data) seperti data dalam struktur pohon, vektor dan metadata. Data abstrak ini kemudian akan dipetakan (proses visualisasi data abstrak) dalam berbagai bentuk representasi seperti Grafik, Map dsb. Representasi ini kemudian akan dirender menjadi Gambar. Di dalam bentuk sebagai Gambar, data memiliki parameter grafik yang bisa diatur seperti posisi, skala, perbesar/perkecil.

Pada saat ini visualisasi telah berkembang dan banyak dipakai untuk keperluan ilmu pengetahuan, rekayasa, visualisasi disain produk, pendidikan, multimedia interaktif, kedokteran, dll. Pemakaian dari grafika komputer merupakan perkembangan penting dalam dunia visualisasi, setelah ditemukannya teknik garis perspektif pada zaman Renaissance. Perkembangan bidang animasi juga telah membantu banyak dalam bidang visualisasi yang lebih kompleks dan canggih.

Sumber dan materi download :
http://id.wikipedia.org/wiki/Visualisasi
http://agungsr.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/3399/InfoVis.pdf
http://repository.binus.ac.id/content/T0084/T008428999.ppt
http://tanzir.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7405/visualinfo.ppt
http://ambonmemanggil.blogspot.com/2009/04/proses-visualisasi-informasi.html

CSCW (Computer Supported Cooperative Work)

CSCW


CSCW (Computer Supported Cooperative Work) adalah penggunaan komputer dan software untuk melaksanakan pekerjaan secara bersama dalam sebuah group di mana setiap anggota group menyadari kehadiran anggota lain pada group. Pada Tesis ini telah dilakukan studi terhadap kemungkinan penggunaan CORBA sebagai kanal komunikasi untuk membangun aplikasi CSCW. Dengan menggunakan CORBA, persoalan komunikasi dapat ditangani dengan lebih mudah sehingga pengembang CSCW dapat lebih memfokuskan diri pada level aplikasi.

Computer Supported Cooperative Work (CSCW) pertama kali digunakan oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman pada tahun 1984, pada sebuah workshop yang dihadiri oleh mereka yang tertarik dalam menggunakan teknologi untuk memudahkan pekerjaan mereka.


FraCollA, sebuah framework berbasis CORBA, telah dirancang untuk mendukung pembangunan CSCW. Rancangan tersebut dituangkan dalam bentu spesifikasi, arsitektur sistem, diagram kelas, dan diagram kolaborasi. Fungsi-fungsi dasar aplikasi Messenger dan Shared Document Editor telah diimplementasikan untuk menguji framework. Hasil implementasi menunjukkan bahwa aplikasi dapat memanfaatkan CORBA sebagai middleware untuk menangani persoalan komunikasi, khususnya untuk membangun fungsi pengelolaan user/group, memelihara group awareness, dan menangani pertukaran pesan dan shared workspace. FraCollA dapat dimanfaatkan sebagai landasan untuk pengembangan framework dan aplikasi CSCW yang lebih lengkap.


FraCollA dikembangkan dengan menggunakan Java Development Kit (JDK) 1.3 dan Visibroker for Java 4.5, dan beroperasi di lingkunan sistem operasi MS Windows 98. Karena dimplementasikan dengan menggunakan Java dan CORBA, FraCo11A dapat beroperasi di lingkungan sistem operasi lain.


CSCW memiliki tujuan yaitu :
@ Mempelajari bagaimana orang bekerja sama sebagai kelompok dan apa yang mempengaruhi teknologi

@ Mendukung proses pelaksanaan pekerjaan walaupun secara geografis dipisahkan

Contoh yang digunakan pada CSCW adalah
• Kaloborasi para Ilmuwan yang bekerja sama pada suatu proyek
• Pengarang mengedit suatu dokumen bersama-sama
• Programmer suatu sistem secara bersamaan
• Bekerja sama sebagai sharing atas suatu video bersama yang conferencing aplikasi
• Para pembeli dan para penjual melakukan transaksi secara eBay

CSCW seringkali diasumsikan sebagai aspek yang dihasilkan dari sebuah groupware. CSCW lebih berorientasi kepada evaluasi terhadap hal-hal yang terjadi dalam proses interaksi antar manusia dalam sekelompok pengguna. Interaksi tersebut antara lain:

A komunikasi yang normal antar manusia
1. Komunikasi face-to-face
2. Percakapan

B komunikasi berbasis teks

Komunikasi Face To Face
Pada komunikasi face to face Tidak hanya meliputi bicara dan pendengaran, tapi juga menggunakan bahasa tubuh dan tatapan mata.
• Personal Space
• Kontak dan tatapan mata
• Gerak isyarat dan bahasa tubuh
• Back channel
• Turn-taking

Percakapan
Terdapat dua prinsip ucapan antara lain:
• relevan artinya bahwa suatu ucapan harus sesuai dengan topik tertentu
• helpful artinya suatu ucapan harus dapat dimengerti oleh pendengar dan tidak ada ambigu dari pemahaman pendengar

Komunikasi Berbasis Teks
Ada 4 tipe komunikasi tekstual dalam groupware:
• discrete; pesan langsung seperti dalam email
• linear; pesan partisipan ditambahkan pada akhir dari catatan tunggal
• non-linear; saat pesan dihubungkan ke yang lainnya dalam model hypertext
• spatial; dimana pesan diatur dalam permukaan dua dimensi

Kerja Kelompok
Perilaku kelompok lebih kompleks terutama apabila kita memperhatikan hubungan sosial yang dinamis selama bekerja dalam kelompok.
• Dinamika kelompok
• Layout Fisik
• Kognisi Terdistribusi

Sumber :

http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-s2-2002-saifulakba-1841

http://arifust.web.id/?p=193
http://weaponsoffate30x.blogspot.com/2010/04/cscw.html