Minggu, 13 Februari 2011

.. SEKILAS MENGENAI PENALARAN INDUKTIF DAN DEDUKTIF ..

Penalaran merupakan sebuah aplikasi dari logika. Untuk memperoleh pengetahuan ilmiah dapat digunakan dua jenis penalaran, yaitu Penalaran Induktif dan Deduktif.

1. Penalaran Induktif

Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Secara empirisme, ilmu memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan yang tidak. Sebelum teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan hanyalah bersifat sementara.

Penalaran induktif ini berpangkal pada fakta empiris untuk menyusun suatu penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku umum. Induksi berlangsung dengan generalisasi dan ekstrapolasi pendapat dimana tidak mungkin mengamati semua fakta yang ada, sehingga kesimpulan induktif bersifat logical probability.

Aspek dari penalaran induktif adalah analogi dan generalisasi.

Analogi adalah proses penyimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Analogi dapat juga dikatakan sebagai proses membandingkan dari dua hal yang berlainan berdasarkan kesamaannya, kemudian berdasarkan kesamaannya itu ditarik suatu kesimpulan.

Generalisasi adalah penarikan kesimpulan umum dari data atau fakta-fakta yang diberikan atau yang ada.

2. Penalaran Deduktif

Penalaran deduktif merupakan prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.

Metode ini diawali dari pembentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.


Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa penalaran induktif adalah cara menarik kesimpulan yang bersifat umum dari kasus-kasus yang bersifat khusus, sedangkan penalaran deduktif adalah cara menarik kesimpulan khusus dari hal-hal yang bersifat umum.



Sumber :

> http://www.vanz-garuda.co.cc/2010/03/penalaran-induktif.html

> http://ssantoso.blogspot.com/2008/08/penalaran-induktif-dan-deduktif-materi.html

> http://www.taqdire.web.id/2010/02/penalaran-induktif.html

Senin, 07 Februari 2011

-- STORAGE MANAGER PADA SOFTWARE SISTEM OPERASI --

Model dari sistem komputer dapat dilihat dari 2 (dua) sudut pandang, yaitu :

1. Model mesin, yang mencirikan hardware.

Model mesin ini mempunyai 3 komponen utama, yaitu :
a. Storage Unit
b. CPU
c. I/O

2. Model sistem operasi, yang mencirikan arsitektur dari suatu sistem operasi.

Model sistem operasi ini mempunyai 3 komponen utama yang mempunyai sub-sub bagian tersendiri, yaitu :

a. Operating System Software :

- Storage manager
- File system manager
- Process manager
- Communication manager
- I/O manager
- Operator Console manager

b. Standard system :

- Language processor
- Loader
- S/W tools

c. Application :

- Sort/merge Package
- Payroll/Accounting Package
- DBMS


Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas lebih lanjut mengenai Storage Manager pada software sistem operasi.

Sebelumnya, kita harus mengerti dulu apa itu sistem operasi dan juga storage manager ...

Sistem operasi adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web. Biasanya, istilah Sistem Operasi sering ditujukan kepada semua software yang masuk dalam satu paket dengan sistem komputer sebelum aplikasi-aplikasi software terinstall.

Storage manager adalah modul program yang menyediakan antarmuka antara data tersimpan dalam database dan program aplikasi serta query yang dikirim ke sistem.


Fungsi dari storage manager pada software sistem operasi adalah :

- Menyimpan data yg dapat diolah oleh komputer. Seperti, menyimpan file sementara Word Processing (document) dan kemudian menyimpan hasil akhirnya juga.
- Menyimpan file-file media seperti musik atau film, yang nantinya akan kita putar/jalankan.
- Menyimpan installasi operating system (terutama harddisk) sehingga GUI dapat dijalankan.
- Sebagai virtual memory untuk Windows, sehingga kapasitas memory dapat ditingkatkan.


Struktur Penyimpanan

Program-program komputer harus tersimpan ke dalam memori utama (RAM Random Access Memory) untuk dieksekusi. CPU secara otomatis akan memanggil intruksi-intruksi dari memori utama untuk dieksekusi.

Kelemahan dari memori utama adalah sebagai berikut:

a. memori utama umumnya terlalu kecil untuk memuat semua data dan program secara permanen

b. memori utama merupakan media penyimpan volatile ( kehilangan data ketika komputer dimatikan).

Untuk mengatasi kelemahan tersebut, sistem komputer menyediakan media penyimpan sekunder (secondary storage) misalnya Magnetic Disk, Tape dan media lainnya.


Tugas dari Storage manager sendiri yaitu :

1. Mengatur strategi dan alokasi/dealokasi

Contiguous Memory Allocation: alamat memori diberikan kepada proses secara berurutan dari kecil ke besar.

2. Mengatur strategi swapping dan demand


Demikian sedikit uraian mengenai storage manager pada software sistem operasi. Semoga bermanfaat ... :)


Sumber :

http://yudhadestianto.wordpress.com/2010/11/28/tugas-media-penyimpanan-dan-struktur-organisasi-data-by-yudhadestianto/

http://karmila.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/1456/Pengantar-Pemrograman+Sistem.pdf

http://dewa18.wordpress.com/2009/10/28/operasi-sistem-komputer-struktur-sistem-operasi-dan-system-call/